Titik Kangen


Assalammualaikum dear…
Aku kangen rumah dear, pengen kusentuh tangan kedua orang tuaku, kupeluk erat mereka…begini rasanya jauh dari keluarga…*hikshiks

Jauh dilubuk hatiku, kegelisahan pikiranku menerawang kedepan jalan setapak yang kubuat untuk masa depan.. Semuanya masih ngeblur dear,blm jelas terlihat..semuanya masih samar antara satu dan lainnya.. Inilah dilema kehidupan yang aku rasakan…

Aku ingin lanjut kuliah lagi dear, tapi disatu sisi aku ingin bekerja, sudah cukup aku membebani orang tua…aku ingin kali ini membuahkan hasil dari kerja keras mereka mendidik aku… Masihkah cukup waktu untukku Ya Rabb???

Dan…
Tahun ini aku bertambah dewasa dear…aku “gemes” ingin mencapai semuanya, aku terlalu “serakah” ingin mendapatkannya…wlpn aku tau semuanya butuh proses….dan itu butuh waktu….tapi,tapi…aku rasa bisa kan dear sebelum aku mulai menua,semuanya ku raih??? 😦

Entah kenapa aku tiba pesimis begini…
Arrrrrgh!!!!

Mama…banyak yang ingin kuceritakan…tapi ku takut menambah beban pikiranmu ma…
Aku takut mama jatuh sakit lagi….dan aku tak disisimu menemanimu berjuang dari sakitmu ma…

Aku tak sabar bertemu denganmu mama….papaku…keluargaku..

Ahh…jadi sedih…
Udah ahh…

Love u
Wassalam

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Harapan Semu


Assalammualaikum Dear,

Cerita sore ini dear sangaaaaat bikin melas,wkwkwkwk begini ceritanya…

Ada seorang putri tinggal di pinggir hutan, dia bekerja mengumpulkan kayu bakar serta bunga-bunga yang tumbuh dihutan dan dijual ke kota.. pada suatu pagi, sang putri berjalan menyusuri sungai dan melalui jembatan yang memisahkan tempat tinggalnya dengan kota.

Diikuti suara nyanyian burung-burung kecil dan kupu-kupu yang berterbangan menemani di sepanjang perjalanannya sang putri sangat menikmati perjalanannya pagi itu, entah angin segar apa sang putri sangat bersemangat sekali….sesekali kakinya memercikkan air sungai yang dilaluinya dan menciptakan nada-nada yang memecahkan keheningan hutan pagi itu.

Rasa lelah tak pelak menghampiri sepanjang perjalanannya…untung saja sang putri membawa banyak bekal seperti roti, mentega dan madu. Ketika menyusuri jembatan terakhir menuju ke perbatasan kota, putri terpleset dan kakinya tersangkut disalah satu celah jembatan itu, suara jeritan putri pun mengalahkan suara “auman” induk harimau tak seorang pun mendengar dan menolongnya…. dengan bersusah payah sang putri melepaskan kakinya yang terjepit, alhasil pergelangan kakinya memar dan bengkak…terseok-seok sang putri berjalan menyusuri perbatasan, kayu bakar pun menjadi tongkat. sungguh malang nasib putri ini…

Sesampainya di kota dengan kaki yang terkilir terseok-seok meniti jalan putri  menjual bunga dan kayu bakar ke pedagang langganannya, ditengah kesibukan tawar menawar  sang putri dialihkan oleh sesosok saudagar yang baru tiba dari negeri seberang, sang putri terperangah oleh ketampanan dan “kening” licin sang saudagar muda itu… (hufth!!!dasar putri)

Dari jauh sang putri mengamati setiap gerak gerik saudagar muda itu hingga hilang ditelan kerumunan orang di pasar…walaupun hanya sekilas melihatnya, sang putri merasa sudah “klop” sudah “klik” dengan pemuda tampan itu..Seluruh tenaganya terkuras hari itu, walaupun membawa hasil dari penjualan yang tidak begitu banyak sang putri tidak putus asa, dia merasa bahagia…ya sangat bahagia…titik keringatnya terbalaskan dengan kening licin sang saudagar (hahahahahaha *putri lebay)

Sesampainya dirumah, putri bercerita dengan teman sekamarnya..teman sekamar putri yang berkpribadian anggun mempesona itu dengan suka cita mendengar ceritanya…
Matanya berbinar-binar tiap kali. Menceritakan saudagar tampan itu. Suara gaduh putri bercerita hilang ditelan suara merdu dari teman kamarnya
“Grookk…groook…”Aduhaii indahnya suara ngorok itu (ahhahahaha…gw bingiit) ternyata teman kamarnya sudah terlelap, sang putri pun dengan setengah kesal ikut berbaring disebelah temannya dan bergumam “siapakah saudagar itu”…”Akankah aku”

**10 hari kemudian
Tidak terasa 10 hari tlah berlalu sang putri seperti biasa berjualan bunga ke pasar, kakinya sudah mulai berangsur pulih…sang saudagar yang pernah ia temui dulu sudah tak pernah ia bahas lagi…(Kasian,kasian,kasian)…

To be Continyu….^_^

Akankah putri bertemu dengan pangeran hatinya???
Seperti apa akhir dari cerita ini???
Tunggu kelanjutannya yaaa…

*wassalam

Semuanya Tak Lagi “Sama”


Assalammualaikum dear,
Lumayan lama kita ga saling cerita… Profesiku hampir berakhir dear, tepatnya 7 hari lagi…Diakhir minggu ini kenapa lebih berat rasanya jauh sebelum memulai kuliah ini…

Aku terlalu menyepelekan sesuatu dear, dan itu berakibat fatal…Aku ga bisa mengembalikan seperti semula, karena semua tak lagi sama…. Ini bukan permainan yg bisa di restart atau di “undo” kembali seperti awal baru yg sebelumnya tidak terjadi apa-apa….

Aku sudah menggores kepercayaan seseorang dear dan itu pasti tidak akan terlupa seumur hidup…Mereka orang baik…aku sungguh menyesal dear… Walaupun seribu kali aku minta maaf dan dibalaskan dengan wajah yg tersenyum tulus memaafkan…sama saja…kekecewaan itu takkan memudar..

Satu yg ku ambil hikmah dari kesalahanku ini, tetaplah mengutamakan etika dalam hal apa pun itu, karena dengan itu kamu akan tau sejauh mana kamu dihargai….

Maaf ya dear,, aku mengeluh lagi denganmu… Hiks hiks…

Aku lanjut dinas dulu dear…Wassalammualaikum.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Semuanya Tak Lagi “Sama”


Assalammualaikum dear,
Lumayan lama kita ga saling cerita… Profesiku hampir berakhir dear, tepatnya 7 hari lagi…Diakhir minggu ini kenapa lebih berat rasanya jauh sebelum memulai kuliah ini…

Aku terlalu menyepelekan sesuatu dear, dan itu berakibat fatal…Aku ga bisa mengembalikan seperti semula, karena semua tak lagi sama…. Ini bukan permainan yg bisa di restart atau di “undo” kembali seperti awal baru yg sebelumnya tidak terjadi apa-apa….

Aku sudah menggores kepercayaan seseorang dear dan itu pasti tidak akan terlupa seumur hidup…Mereka orang baik…aku sungguh menyesal dear… Walaupun seribu kali aku minta maaf dan dibalaskan dengan wajah yg tersenyum tulus memaafkan…sama saja…kekecewaan itu takkan memudar..

Satu yg ku ambil hikmah dari kesalahanku ini, tetaplah mengutamakan etika dalam hal apa pun itu, karena dengan itu kamu akan tau sejauh mana kamu dihargai….

Maaf ya dear,, aku mengeluh lagi denganmu… Hiks hiks…

Aku lanjut dinas dulu dear…Wassalammualaikum.

Posted from WordPress for BlackBerry.